Bab VI Pakaian Melayu PDF

Bab VI Pakaian Melayu PDF

Berikut ini adalah bab keenam dari Buku Pendidikan Budaya Melayu Riau (BMR) sebagai buku sumber pembelajaran bagi guru muatan lokal (mulok) BMR yang disusun oleh tim ahli dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAM Riau) tahun 2018. Bab ini secara tuntas membahas tentang Pakaian Melayu.

Malu orang Melayu dalam berpakaian adalah malu melanggar syarak. Orang Melayu tahu diri, seperti ungkapan yang lazim kita dengar “kalau hendak melihat orang yang tahu diri, tengok kepada pakaian diri”. Tahu diri dapat dilihat dari ketentuan adat yang menetapkan pakaian sesuai status pakaiannya, benar acara memakainya, tepat penggunaan, betul tempat memakainya, benar tujuan memakainya, bersempurna pula alat dan kelengkapan pakaian.

Ungkapan “kalau hendak melihat orang yang tahu diri, tengok kepada pakaian diri” juga melekat pada budi orang Melayu. Prasa “pakaian diri” dalam ungkapan tersebut budi orang Melayu juga tergambar dalam nilai-nilai bahasa, gerak laku, dan lain sebagainya. Untuk ulasan ini telah pula diuraikan dalam bab I.

Tunjuk ajar merujuk pada nilai yang dapat dilihat dari alat dan kelengkapannya, dari penerapan motif dasarnya, dari cara memakai, dan sebagainya. Motif dan ragam hias pakaian Melayu juga turut mengekalkan jati diri Melayu. Prinsip membuat pakaian adat berdasarkan kepada kepatutan dalan syariat dan kelaziman pakaian Melayu yang diwarisi secara turun temurun, sehingga orang dapat melihatnya dari kemelayuan itu di dalam pakaian adatnya. Menegakkan tuah, membangkitkan marwah sebagai filosofi yang mengacu kepada menegakkan tuah, membangkitkan marwah amat bayak ditemui dalam alat dan perlengkapan pakaian adat Melayu. Hal ini dapat dilihat antara lain lambang-lambang dipakai, jumlah alat dan perlengkapannya. Orang tua-tua mengatakan kalau memakai pakaian adat, tuah bangkit marwah melekat.

Mendatangkan manfaat yang dimaksud ialah bermacam ragam kebaikan, seperti mendatangkan rezki, membawa kedamaian dan kerukunan hidup, dan sebagainya yang bermanfaat sebagai kehidupan manusia baik pribadi, rumah tangga maupun kehidupan bermasyarakat. Filosofi ini tercermin dalam berbagai bentuk alat dan kelengkapan pakaian adat, ornamen dan ragam hiasnya, serta motif-motif termasuk bahannya.

Menolak bala dilihat dari berbagai lambang, alat dan kelengkapan pakaian adat itu sendiri. Dengan menggunakan pakaian yang sesuai syariat, maka seseorang melayu terhindar dari dosa dan petaka dunia akhirat.




Bila ingin mengunduh Bab Keenam Buku Pegangan Guru Mulok BMR Versi PDF, silahkan klik tombol di bawah ini:

Unduh Bab 06 PDF



Bila ingin memiliki Buku Pegangan Guru Mulok BMR versi cetak, silahkan pesan melalui klik tombol di bawah ini:

Pesan Buku Cetak



Silahkan buka dan unduh bab lainnya di bawah ini:

***

Posting Komentar

0 Komentar